[Edukasi Ular
Tangga]
|
Selipan rasa
ini adalah bentuk seni menghibur diri dan menyatukan beberapa kolega yang
selagi berkumpul di sebuah Waroenk di BSD, Tangerang. Melalui permainan papan
sederhana dengan aturan permainan dadu, untuk melakukan adu laga pada kocokan
dadu.
Pertempuran
untuk yang pertama kali kedatangan 100 langkah, dengan rintangan ular yang
menurunkan derajat perjalanan kala langkah tepat berada di kepala ularnya.
Namun ada juga keberuntungan bagi pejuang yang langkahnya berada di didepan
tangga, lalu menaiki tangga tersebut untuk mempercepat langkah menuju puncak
permainan yaitu dilangkah terakhir, pada langkah ke 100. Seperti permainan
Novan dan Vika kali ini. Diwarnai gelak tawa ^_^
Kelucuan dan ke-tragis-an sering terjadi bersamaan. Meskipun saya curiga,
kondisi tragis yang dialami teman dianggap sebuah kelucuan adalah cermin
kehidupan sehari-hari di mana kita senang ketika orang tengah tertimpa musibah,
dan sedih kalau orang lain senang.
Tapi, lihat teman kita dari Pamulang itu. Betapa senang dia telah sampai di
atas, dan mendekati angka 100 (sang juara, sebutannya)! Sementara teman lain
yang masih di level bawah tidak suka dengan keberuntungan itu. Ketika giliran
calon juara melempar dadu, dua lawan berdoa agar dia jatuh pada nomor berbisa,
alias kotak berbuntut ular! Sehingga dia akan jatuh dan gagal jadi juara. Sadis…
Ah, ternyata nomor yang di dapat betul-betul membuat calon juara (Novan)
harus jatuh, turun jauh karena ada di kotak ular. Betapa "bahagianya"
yang sudah sampai puncak. Tapi, apa yang terjadi? "Kebahagiannya" tak
berlangsung lama. Vika, Tak menyadari dia berdiri di kotak tempat Fajar akan
bercokol (kepala ular). Jadi, dengan iringan tawa kemenangan dari Novan. Sementara
Vika harus terpental ke luar, dan mengulangi permainan dari awal!
Buahahahahaha.....!
Betapa ironis "hidup" ini. Bersuka ria teman terkena sial, malah
dirinya sendiri jauuh...lebih sial! Dan, ketika kita melihat permainan ini, betapa mirip dengan kehidupan kita
sehari-hari. Ada yang baru bermain, tetapi langsung juara. Ada yang hingga
hampir setengah hari (beberapa putaran) tetap juga gak berhasil jadi juara.
Meski sepertinya faktor keberuntungan sepertinya sangat dominan di
permainan ini, tetapi disitulah letak seru dan ironi terjadi. Tak boleh
berbahagi diatas penderitaan orang lain, apalagi menertawakannya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar