Senin, 17 Oktober 2016

Ruang Selipan Rasa

[Edukasi Ular Tangga] 
Selipan rasa ini adalah bentuk seni menghibur diri dan menyatukan beberapa kolega yang selagi berkumpul di sebuah Waroenk di BSD, Tangerang. Melalui permainan papan sederhana dengan aturan permainan dadu, untuk melakukan adu laga pada kocokan dadu.

Pertempuran untuk yang pertama kali kedatangan 100 langkah, dengan rintangan ular yang menurunkan derajat perjalanan kala langkah tepat berada di kepala ularnya. Namun ada juga keberuntungan bagi pejuang yang langkahnya berada di didepan tangga, lalu menaiki tangga tersebut untuk mempercepat langkah menuju puncak permainan yaitu dilangkah terakhir, pada langkah ke 100. Seperti permainan Novan dan Vika kali ini. Diwarnai gelak tawa ^_^

Kelucuan dan ke-tragis-an sering terjadi bersamaan. Meskipun saya curiga, kondisi tragis yang dialami teman dianggap sebuah kelucuan adalah cermin kehidupan sehari-hari di mana kita senang ketika orang tengah tertimpa musibah, dan sedih kalau orang lain senang.

Tapi, lihat teman kita dari Pamulang itu. Betapa senang dia telah sampai di atas, dan mendekati angka 100 (sang juara, sebutannya)! Sementara teman lain yang masih di level bawah tidak suka dengan keberuntungan itu. Ketika giliran calon juara melempar dadu, dua lawan berdoa agar dia jatuh pada nomor berbisa, alias kotak berbuntut ular! Sehingga dia akan jatuh dan gagal jadi juara. Sadis…

Ah, ternyata nomor yang di dapat betul-betul membuat calon juara (Novan) harus jatuh, turun jauh karena ada di kotak ular. Betapa "bahagianya" yang sudah sampai puncak. Tapi, apa yang terjadi? "Kebahagiannya" tak berlangsung lama. Vika, Tak menyadari dia berdiri di kotak tempat Fajar akan bercokol (kepala ular). Jadi, dengan iringan tawa kemenangan dari Novan. Sementara Vika harus terpental ke luar, dan mengulangi permainan dari awal!

Buahahahahaha.....!

Betapa ironis "hidup" ini. Bersuka ria teman terkena sial, malah dirinya sendiri jauuh...lebih sial! Dan, ketika kita melihat permainan ini, betapa mirip dengan kehidupan kita sehari-hari. Ada yang baru bermain, tetapi langsung juara. Ada yang hingga hampir setengah hari (beberapa putaran) tetap juga gak berhasil jadi juara.


Meski sepertinya faktor keberuntungan sepertinya sangat dominan di permainan ini, tetapi disitulah letak seru dan ironi terjadi. Tak boleh berbahagi diatas penderitaan orang lain, apalagi menertawakannya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar